
Jakarta, Rabu, 01 April 2026 – Pimpinan beserta seluruh aparatur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (Ditjen Badilmiltun). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti secara bersama-sama di Ruang Aula Lantai 4 PTUN Jakarta.
Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana hangat pasca perayaan Idul Fitri. Dalam arahannya, Direktur Jenderal Badilmiltun menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk “kembali suci” yang harus dimaknai secara mendalam oleh seluruh aparatur peradilan. Nilai kesucian tersebut diwujudkan melalui komitmen nyata terhadap sikap anti korupsi, penerapan etika profesi, serta peneguhan nilai kejujuran dan keadilan tanpa adanya penyalahgunaan wewenang.
.jpg)
Dalam pembinaannya, Dirjen Badilmiltun juga menekankan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh aparatur, yaitu:
- Evaluasi kinerja secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan;
- Membangun budaya kerja yang harmonis guna menciptakan lingkungan kerja yang kondusif;
- Pendalaman nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas;
- Penguatan profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan hukum yang optimal.
.jpg)
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh aparatur PTUN Jakarta dapat terus meningkatkan integritas dan kualitas kinerja, sehingga mampu menghadirkan pelayanan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
.jpg)
Selain itu, turut disampaikan arah kebijakan dan agenda Pembangunan Zona Integritas (ZI) Tahun 2026 di lingkungan Ditjen Badilmiltun. Program ini merupakan langkah berkelanjutan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
.jpg)
Dengan semangat Idul Fitri, seluruh aparatur PTUN Jakarta diharapkan dapat menjadikan nilai-nilai integritas dan profesionalisme sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga marwah lembaga peradilan yang terpercaya.

